Sapamaluku.com — Momentum Ramadhan harus dimaknai lebih luas tidak hanya sekedar meningkatkan ibadah. Hal ini ditegaskan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sirimau, Milhan Rehalat S.HI melalui acara kuliah tujuh menit (kultum) di Studio 1 Balai Diklat Keagamaan Ambon, Kamis (19/2/2026).
Ia mengingatkan pentingnya menyelaraskan kesalehan spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Kultum bertema “Ramadhan Bulan Sucikan Jiwa dan Lingkungan” itu, Milhan menegaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan karakter yang berdampak pada perilaku sosial dan ekologis.
“Ketakwaan tidak hanya diukur dari hubungan dengan Allah, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga kebersihan, merawat alam, dan memperhatikan sesama,” ujarnya.
Ia menilai, Ramadhan merupakan ruang refleksi untuk memperbaiki diri secara menyeluruh. Pengendalian diri yang dilatih selama berpuasa, lanjut dia, semestinya tercermin dalam kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi pemborosan, dan menjaga fasilitas umum.
Perekaman kultum tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Sirimau memperluas jangkauan dakwah melalui media digital dan penyiaran lokal.
Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon menyatakan dukungannya atas kolaborasi tersebut.
Diharapkan pesan yang disampaikan dapat memperkaya pemahaman masyarakat tentang makna Ramadhan sebagai momentum pembenahan diri sekaligus pembenahan lingkungan.
“Ramadhan diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga perubahan nyata dalam perilaku sosial dan kepedulian terhadap ruang hidup bersama,” ucap Rehalat.(sm)